Sabtu, 08 Desember 2012

Cerpen Romantis : Bunga yang Telah Layu Hingga Kini Kembali Subur

Bunga yang Telah Layu Hingga Kini Kembali Subur
Oleh : Media perianti
Kamis, 6 Desember 2012


               Dengang langkah cepat aku kembali menelusuri lorong menuju kelas baruku hamper tak satu pun maklhuk yang tampak….tentu saja bel masuk telah berbunyi 10 menit yang lalu,gara-gara nonton filem bagus tadi malam bangun jadi kesiangan dan akhirnya jadi terlambat. Malah hari ini hari pertma ku menduduki bangku kelas II sma. Aku hanya berharap semoga guru yang masuk ke kelas ku bukan guru yang galak…………

               Selamat pagi sayanggg….. santapan mesra sudah ku terima sepagi itu. Sebuah kepala muncul dari balik pintu salah satu kelas yang terbuka.

            Pagi, duluan ya,elok ku halus..!!enggan rasanya melayani pria ini agak aneh bicaranya lagian aku tidak terlalu mengenalnya, tapi dia menarik tangan ku dari belakang, dan dia eh bulu mata kamu bagus dech, aku menatapnya dengan sebal, ini lah yang tidak ku sukai dari pria ini, yang mengngatkan  sama milik ku yang tak aku ingginkan. Bulu mata ku yang panjang tebal dan lentik walaupun banyak orang yang memujinya tapi aku tidak menyukainya, terkadng aku menyesal mengapa aku tidak seperti saudara-saudara mempunyai bulu mata yang sederhana.

              ****

              Dan cepat-cepat ku melangkahkan kaki ku tak lansung lama aku menbrak seorang pria maaf seru ku buru-buru pada seorang pria yang memunguti bukunya berjatuhan. Tidak apa-apa bukan kamu yang salah …kebetulan suara itu ketika pria itu selesai memunguti bukunya dan kemudian dia melihat ku , dan entah kenapa aku merasa kalau makhluk itu menatapku dengan dengan mata tak suka. Padahal tadi suaraya terdengar ramah, aku heran pria itu meninggalkan ku tampa permisi. Apakah dia marah??? Dahi ku mengeryit, aku merasa aku tidak pernah mengenali wajah asing itu….. padahal aku sudah satu tahun berada di sekolah ini, dan berate seharusnya aku sudah mengenali atau paling tidak aku mengetahui wajah itu.

            Kalau pria ini memang bukan anak baru “aku bingung” kemudian aku bersegera kembali untuk buru-buru untuk mempercepat langgkah ku, setiba  di depan kelas aku pun mengetu pintu semua siswa didalam kelas terdiam memandang kearah ku. Kemudian guru di depan kelas menyuruh ku untuk duduk dibangku no 2 dari depan, dan ternyata pria berwajah asing itu adalah teman sebangku ku. Astaga cowok itu menatap ku sinis……

           Sudah beberapa hari aku duduk di kelas II sebetulnya semua teman-teman ku baik hati, ramah,dan akhir-akhir ini sudah terbiasa dengan ku. Bahkan mereka banyak yang melibatkan ku kegiatan sekolah seperti kultun , upacara dan sebagainya, hanya saja pria yang berwajah asing dan menjengkelkan itu tetap memusuhi ku, dalam setiap kesempatan bila kami bertemu selalu saja mengejek ku dan pasti itu menyakut diri ku yang berbeda dengan saudara ku yang lain, gadis mascara smbutan itu selalu dilontarkan kepada ku, sehingga aku sangat benci mendengarnya.

           Kalau sudah begitu ingin sekali rasanyaku untuk tidak masuk sekolah lagi, dan ingin bersegera untuk pulang kampung berkumpul bersama keluarga ku….

          Dari lahir aku hanya tinggal di kampung, hanya saja kalau bukan untuk menuntut ilmu aku tidak akan mau tinggal di kota ini bersama tante ku yang kadang bikin aku jengkel . Aku ingat waktu kecil aku sering memotong bulu mata ku agar tak terlalu panjang, tapi setelah beberapa hari bulu mata itu kembali panjang kalau sudah begitu mama selalau menghibur ku, bahwa aku anak yang paling cantik di kampung itu.

           Sebenarnya aku sudah hampir lupa dan dapat menerima perbedaan pada diriku, tapi pria berwajah asing itu kembali membuat ku sedih dan mengingatnya.

          ****

          Tapi aku makin heran setelah aku mengetahu kalau ternyata pria berwajah asing itu ternyata pria yang baik,lucu,pintar dan juga ramah hanya kepadaku lah ia begitu benci demikian rupa. Sebenarnya makhluk kokoh itu begitu menarik, sosoknya tinggi tegap, memiliki bulu mata tipis dan bermata tajam tapi lembut persis seperti pria idaman ku yang selama ini ku harapkan.

          Malam yang sepi aku termanggu sendirian meski pandangan tertuju layar televisi tapi fikiranku melayang jauh, ku hirup coklat susu di hadapan ku tiba-tiba bayangan pria asing itu muncul melintas, sosoknya akhir-akhir ini semakin mengganggu fikiranku.

       Tapi sejak tempo hari pria itu berubah 180 derjat tak lagi menggangguku, sebenarnya apa yang terjadi pada makhluk itu sebentar jahat sebentar baik. Aku tringat kejadian 3 hari yang lalu waktu aku menunggu Vaneysa teman dekat ku dari SMP, lagi-lagi fajar mengganggu ku dan memaksa untuk mengantar ku pulang, sikap faar waktu itu sangat keterlaluan, saat itu pria asing itu melintas menatap fajar tajam, dan hanya berkata kalau aku akan pulang bersamanya, dia mampu membuat fajar tersenyum kecut dan meninggalkan fajar sendirian.

         Pria itu memang disegani teman-teman karena menurut mereka pria itu baik pada semua orang tak pernah memancing kemarahan meski memiliki ilmu bela diri di atas rata-rata dan mempunyai prestasi baik, tak heran banyak cewek-cewek yang menyukainya . beberapa hari yang lalu aku sempat melihat dia mengantar Vany pulang sekolah .

         Siapa sih yang nggak kenal Vany..? gadis cantik bermata bulat dan hatinya baik. Terhadapku gadis itu selalu ramah meski ku tak sekelas dengannya, tapi bila bertemu kami selalu berbincang-bincang walaupun hanya sejenak, nada bicaranya cedas dan lembut tak semestinya kalau aku tak suka dengan gadis itu, hanya karena ia dekat dengan pria itu.

         He seru pria itu pelan membuat ku tergelonjak kaget.

         Kagat ya ….?? Maaf pria itu tersenyum wajahnya menunduk sambil memandang wajah ku. Tak tega ku melihat sosok yang biyasanya terlihat garang itu kini kelihatan begitu salah tingkah.

         Hey….

         Dari mana tadi Tanya ku ramah kepadanya….?? Dari rumah, sengaja aku kesini, mau minta maaf , sorry kalau aku sering menyakiti mu. Suara itu mengembang…!! Buru-buru aku memotong bicaranya sudah dari dulu kamu ku maafkan ,, ku yakin kamu tidak sejahat itu, ujar ku manis, pria itu tersenyum, kamu memang wanita yang baik , aku yang bodoh tak bisa membedakan persoalan satu dengan yang lain,terlalu picik….!! Maksud mu?? Aku menatap tak mengerti ,… pria itu mehela nafas panjang kamu tau, satu bulan yang lalu pacar ku berselingkuh dengan  seorang pria, dia hamil dengan sahabat ku sendiri padahal sudah dari kalas I SMP kami membina hubungan kami tapi tega-teganya dia menghancurkan smuanya, aku benar-benar hancur aku tidak tahu harus berbuat apa, sampai aku bertemu dengan mu dan melampiaskan semua kemarahan kepadamu….

          Aku terkejut mendengarnya, mata ku menatap pria itu yang kelihtan kuyu,aku mengerti apa yang dirasakannya bagai mana skitnya saat kita tahu orang yang kita cinta pergi begitu saja bahkan lagi sampai hamil dengan sahabat kita sendiri,sungguh sangat mengecewakan.

          Hmm serunya membangunkan lamunan ku.

         Tapi aku sadar kamu tidak ada hubungannya dengan persoalan kami, maafin aku, aku tak bermaksud menyakitimu , tidak apa-apa, memang aku pantas menerimanya.

          Tidak –tidak wanita secntik dan sebaik kamu tidak pantas menerima nya, aku beruntung bertmu kamu,kamu telah membuat ku sadar dan bisa membuat ku kembali seperti dulu. Oh iya mau kah kamu bertemu mama ku beliau ingin sekali berbicar dengan mu. Aku pun kembali terkejut bukan main mata, mata bagus ku terbelalak.

           Vany yang cerita bukan aku, rupanya  Vany tahu kalu aku menyipan pto mu di ponsel ku.. maafin aku saat waktu acra pensi wktu itu.aku sengaja memoterek kamu dengan ponsel ku.

          Pipi ku memerah menahan malu, jadi selama ini dia memperhatikan ku ucap ku dihati.

         Oh ia fajar masih sering mengganggu mu?? Aku sdikit tegelojak. Oh tidak lagi, sejak kamu memberi pelajaran kepadanya waktu itu. Pria itu pun tertawa mendengarnya .

          Anak yang satu itu tak pernah berubah, dulu ia selalu mendekati Vany, untung nya Vany tak bergeming,, aku merasa sesak , dan aku mencoba untuk tersenyum dan berkata beruntung kamu mendaptkan kekasih baru seperti Vany, baik cantik,dan juga pintar.

          Pria itu menatap ku heran ..

          Siapa bilang Vany kekasih baru ku, dia sepupu ku.aku pun kembali terkejut mendengarnya sementar di sudut hati ku paling dalam rasa syukhur terucap, terima kasih tuhan kau telah menyirami bunga yang telah layu hingga kini kembali subur,aku menatap mata pria itu dengan bahagia. Sementara pria itu menyentuh pelan jemari ku ke dalam genggamannya,dan semakin mendekatiku lalu mencium ku dengan mengucapka sebuah kata I love You sayang.

         Tiada kata yang terindah saat itu selain ku membalas I love You too.

*The END****  
|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Dari  media perianti  dengan judul "Bunga yang Telah Layu Hingga Kini Kembali Subur" .
Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku
10out of 10 based on 41630 ratings. 1 user reviews.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar