Rabu, 05 September 2012

Tips Tingkatkan Kepercayaan saat Menjalani LDR



[imagetag]




Menjalani hubungan asmara jarak jauh memang tidak mudah. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menemukan solusi agar long distance relationship (LDR) tetap langgeng dan awet.



Psikolog Anna Surti Ariani S.Psi.M.Si. menyebutkan, kunci utamanya adalah kepercayaan. Dengan saling percaya satu sama lain meskipun dibatasi keterbatasan akses komunikasi, hubungan pun bisa berjalan dengan sukses.



Bagaimana memupuk kepercayaan kepada pasangan? "Gabungan antara keyakinan kita sendiri akan dia, teman dan keluarga. Kalau misalnya kita agak susah yakin, perbanyak pengetahuan tentang dia dan teman-temannya," saran psikolog yang akrab disapa Nina ini, saat dihubungi wolipop melalui telepon.



Untuk itu Anda perlu mengenal orang-orang yang bersama atau dekat dengan si dia saat berada jauh dari Anda. Bukan untuk menjadi orang yang posesif dengan selalu menghubungi teman-temannya setiap waktu, tapi untuk lebih berjaga-jaga jika suatu saat dia sulit dihubungi atau tak berkabar sama sekali.



"Itu dalam banyak kasus nolong banget, kalau ada apa-apa dengan pasangan mereka yang bantu," tutur psikolog yang suka memberikan konsultasi lewat Twitter ini.



Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan rekan kerja atau teman dekat pasangan saat di 'perantauan' meskipun jaraknya berjauhan. Salah satu caranya dengan memanfaatkan situs media sosial atau ikut kelompok diskusi online sebagai awal perkenalan. Bisa juga dengan minta dikenalkan oleh kekasih ketika Anda menyempatkan berkunjung ke tempatnya.



"Bisa dengan berkomentar, jadi kenalan. Ada yang kemudian ikut dalam mailing list tertentu. (Sebaiknya) minta dikenalkan, ketika dengan sengaja mengunjungi pasangan, kenalan dengan teman-temannya kalau memang diniatkan," tambah Nina.



Selain teman, usahakan juga mendekatkan diri dengan keluarga si dia. Tak hanya orangtua, tapi juga kakak/adik, sepupu atau kerabat dekat lainnya. Saat ada kesempatan, kunjungi keluarga yang rumahnya dekat dengan tempat tinggal Anda. Jika pasangan pulang dan mengajak Anda untuk ikut family gathering, jangan ragu datang dan gunakan kesempatan ini untuk berkenalan lebih dekat dengan keluarganya. Menjalin silaturahmi dengan keluarga pasangan cukup penting, karena suatu saat Anda pasti akan membutuhkan bantuan mereka.



"Jangan cuma berhubungan dengan pacar dan teman tapi juga keluarga besarnya. Kalau sulit akses pasangan mereka bisa ikut bantu telponkan. Ada keluarga yang baik, pinjemin uang supaya dia bisa ke kota sana (tempat kekasihnya tinggal). Atau ada saudara yang bulan depan akan tugas ke sana, menawarkan untuk nengokin pasangan. (Pokoknya) jangan batasi relasi antara kita dan pasangan," urai psikolog yang banyak menangani konsultasi untuk keluarga dan persiapan pernikahan ini.



Nina menyarankan, jangan lupakan juga intuisi Anda. Temukan bukti-bukti untuk diri sendiri kalau dia benar-benar bisa Anda percaya. Jika tidak percaya, cari tahu juga hal-hal apa yang membuat Anda meragukannya dan bicarakan hal tersebut kepada kekasih.



"Beberapa perempuan seringkali punya feeling, intuisi, hal-hal yang seperti itu tetap perlu dipercaya. Itu menjadi jalan untuk hubungan (bisa berjalan) smooth. Entah itu intuisi lebih percaya atau (malah) jadi nggak percaya. Misalnya, 'Ini kayaknya ada apa-apa deh. Kok ngomong sama dia beda?'. Berusahalah cari tahu," jelasnya.



 Sumber

#ad2fcb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar