Jumat, 14 September 2012

Tipe Pria yang Belum Layak Dinikahi



[imagetag]




Pria mana yang tidak ingin dianggap hebat oleh wanita? Pasti tidak ada. Para pria selalu berusaha menunjukkan kepada wanita bahwa mereka adalah sosok yang hebat, kuat, dan pantas untuk 'dikejar.' Pria seperti ini memang banyak didamba. Namun, banyak wanita yang terkadang lupa bahwa tidak semua pria dengan label 'kehebatan' merupakan pendamping hidup yang pas bagi wanita. Oleh karena itu, kenali baik-baik karakteristik dan kepribadian calon suami Anda sebelum Anda memutuskan untuk menjadikannya pendamping hidup Anda. Coba simak beberapa karakteristik pria yang tidak seharusnya Anda jadikan pendamping hidup untuk selamanya.



Gengsi meminta maaf





Pertengkaran adalah satu hal yang sangat umum terjadi dalam dunia pernikahan. Sebaiknya Anda menghindari jenis pria seperti ini. Ketika sebuah pertengkaran terjadi dan terbukti bahwa suami Anda yang salah, akan sulit bagi mereka untuk mengucap kata maaf. Tentu sebagai wanita Anda akan merasa jengkel ketika dihadapkan dengan pria jenis ini. Pria jenis ini akan mudah membuat hati Anda menjadi tidak tenang.



Penipu





Anda harus waspada jika calon suami Anda mempunyai sifat suka menipu atau mencurangi Anda. Kalau dia hanya melakukannya sekali, itu masih bisa ditoleransi. Namun bagaimana jika perbuatan seperti itu sudah menjadi hobi? Anda harus mulai berbesar hati dan mengakui bahwa sebagian besar orang tidak akan meletakkan rasa kepercayaan kepada pasangan yang mempunyai sifat seperti ini.



Workaholic





Memiliki suami yang berprestasi memang sebuah kebanggaan bagi seorang istri. Memiliki suami yang selalu bekerja keras untuk menafkahi keluarga memang tidak ada duanya. Namun, apa jadinya kalau suami Anda terlalu ambisius dalam bekerja hingga lupa dengan keluarga? Lambat laun Anda akan merasa kehilangan sosok nyatanya dalam kehidupan sehari-hari Anda.



Pemalas





Semua wanita yang segera menikah memiliki kecenderungan untuk bersikap tidak sabar. Yang dimaksud dengan sikap tidak sabar di sini adalah sikap tidak sabar untuk segera berumah tangga, berbagi beban hidup dengan suami, mengatur rumah dan segala keperluannya, dan lain sebagainya. Akan tetapi, apakah suami Anda ikut memberikan kontribusi dalam membantu mewujudkan rumah tangga yang damai dan bahagia? Sebagai contoh, apakah suami Anda bersedia membantu memasak, membersihkan lingkungan rumah, atau bahkan bersedia mengatasi masalah yang diasuh anak merupakan beberapa hal yang mampu menunjukkan indikasi malas atau tidaknya calon suami Anda.



Tertutup





Privasi memang perlu dimiliki oleh setiap orang. Namun, ada kalanya beberapa hal harus dibagi dengan pasangan agar beban yang dimiliki terasa ringan. Jenis suami seperti ini biasanya enggan membagi masalah yang mereka punya dengan pasangan. Sedangkan keterbukaan merupakan satu hal penting yang harus dimiliki oleh sebuah pasangan karena itulah esensi dari hidup bersama.



Hati-hati apabila calon suami Anda memiliki salah satu atau beberapa kriteria yang ada di atas. Kalau dia mau berusaha mengubahnya, Anda bisa mempertimbangkan kelanjutan hubungan Anda berdua. Akan tetapi, apabila dia tetap bersikukuh bahwa tidak ada yang salah dengan sikapnya, mungkin Anda bisa menimbang ulang rencana Anda.



 Sumber

#ad2fcb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar