Minggu, 16 September 2012

Timpangnya, Pendapatan Laki dan Perempuan

Peningkatan jumlah wanita bekerja di Amerika, tidak menjadikan ketimpangan pendapatan makin sempit.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Institute for Women's Policy Research, jika ketimpangan seperti sekarang dipertahankan, maka jurang pemisah dalam antara pendapatan pria dan wanita di Amerika baru akan berakhir pada 2056.

Perbedaan gaji antara pria dan wanita di negara tersebut makin sempit. Bahkan sudah banyak wanita di Amerika yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Sayangnya, hanya ada satu daerah yang wanita pekerja penuhnya memiliki pendapatan setara dengan 90 persen gaji pria di level sama. Hanya ini yang terbesar atau ketimpangannya tersempit.

Di Washington DC, pendapatan di tengah dari yang terbesar hingga terkecil (median) para wanita yang bekerja penuh, memperoleh US$ 56.127 setahun. Sementara pria, seperti dikutip The Exchange, bisa mendpaat US$ 61.381.

[imagetag]

Wyoming merupakan daerah yang rentang pendapatannya paling lebar. Wanita hanya bisa memperoleh 64 persen dari yang didapat para pria.

Pada saat bersamaan, Biro Statistik Tenaga Kerja menemukan hampir 40 persen wanita di Amerika memiliki pendapatan lebih besar dari suaminya. Seandainya pendapatan wanita-pria berimbang, jumlahnya bisa lebih banyak lagi.

Sementara studi terbaru dari Prudential Financial, dari survei terhadap 1.400 wanita, memperlihatkan bahwa 53 persen wanita tersebut merupakan pencari nafkah utama di rumah tangganya. Bahkan 22 persennya memiliki pendapatan lebih

sumbernya
#ad2fcb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar