Jumat, 17 Agustus 2012

Tips Hindari Kejahatan Perbankan Saat Mudik


[imagetag]
Tips Hindari Kejahatan PerbankanTips Hindari Kejahatan Perbankan Menjelang hari Raya Idul Fitri masyarakat dimintai waspada dengan beragam tawaran yang menarik. Selain kejahatan umum, ada pula kejahatan dengan modus transaksi perbankan.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa ada beberapa modus penipuan yang marak dilakukan di dunia perbankan. Berikut ini adalah tips untuk menghindari dan mengenali aksi penipuan itu.

1. Penipuan lewat telepon.

Dilakukan pelaku kejahatan dengan menelepon dan mengabarkan mendapat hadiah. Keluarga mengalami musibah atau menyatakan minat atas barang yang mungkin Anda iklankan di media massa. Lazimnya si penelepon akan "memandu" Anda menuju ATM dan menuntun Anda mengikuti instruksi penelpon. Jika mendapat instruksi seperti itu, segeralah sadar bahwa itu penipuan.

Cara Menghindarinya:

Cek dahulu identitas penelepon. Segera tutup telepon dan lakukan pengecekan atas informasi yang diterima. Pada umumnya perusahaan penyelenggara undian tidak meminta pemenang untuk mentransfer sejumlah dana kepada perusahaan penyelenggara.

Jika menerima telepon yang mengabarkan bahwa keluarga mengalami musibah, jangan panik dan jangan mengikuti perintah penelepon. Tanyakan indentitas penelepon dan lakukan pengecekan.

2. Penipuan lewat email.

Ada kalanya Anda menerima email yang seolah-olah berasal dari bank dan kelihatannya asli. Dalam modus ini pelaku kejahatan meminta memasukkan nomor rekening, dan nomor PIN. Cara lainnya adalah membuat website alamat bank anda yang seolah-olah asli tetapi sebenarnya adalah website palsu. Anda akan diminta untuk memasukkan nomor rekening dan nomor PIN Anda dalam website ini dengan "alasan" untuk pengkinian data pribadi Anda.

Cara Menghindarinya:

Jangan pernah membalas email yang meminta anda memasukkan nomor rekening (atau user-id) dan nomor PIN. Tidak mungkin bank Anda meminta data pribadi melalui email karena bank sudah memiliki informasi itu. Jika Anda masuk ke website bank Anda untuk melakukan transaksi perbankan, pastikan alamat website Anda sudah benar dan Anda memiliki prosedur keamanan tambahan seperti token, disamping user-id dan password.

3. Penipuan penawaran investasi bunga tinggi.

Dalam modus ini suatu perusahaan menawarkan investasi dengan janji akan memberikan imbal hasil yang sangat tinggi. Berhati-hatilah dengan penawaran seperti ini karena terdapat sejumlah penawaran yang terbukti tidak dapat memenuhi imbal hasil sebagaimana dijanjikan.

Cara Menghindarinya:

Tanyakan pada diri Anda apakah memang wajar imbalan bunga yang sangat tinggi atas investasi Anda. Lakukan pengecekan terlebih dahulu atas kredibilitas perusahaan yang menawarkan investasi. Yakinkan Anda terlindungi dari sisi hukum sebelum memutuskan untuk melakukan suatu investasi.

4. Penipuan kartu kredit di internet.

Sekarang ini semakin banyak toko atau merchant yang menawarkan produk dan jasa melalui telepon ataupun internet, dengan kemudahan pembayaran menggunakan kartu kredit.

Anda hanya diminta untuk menyebutkan nomor kartu kredit, masa berlaku (expiry date) dan 3 (tiga) digit kode rahasia yang tertera di bagian belakang kartu kredit Anda dan transaksi pun terlaksana.

Cara Menghindarinya:

Pastikan Anda mengerti tentang produk dan jasa yang ditawarkan dari toko atau merchant itu. Pahami syarat & ketentuan dari barang atau jasa yang ditawarkan. Jangan berikan nomor kartu kredit, masa berlaku dan 3 (tiga) digit kode rahasia yang terletak di bagian belakang kartu kredit Anda kepada siapapun, sebelum menyetujui manfaat produk dan jasa yang ditawarkan.

5. Pemalsuan nomor telpon call center bank Anda.

Dalam modus ini pelaku kejahatan membuat seolah-olah mesin ATM bank Anda rusak dan kartu Anda tertelan. Karena panik, Anda tanpa sadar akan menghubungi nomor call center "palsu" yang ada di sekitar mesin ATM.

Kemudian Anda akan diminta penerima telepon untuk menyebutkan nomor PIN dan dijanjikan bahwa kartu ATM pengganti akan segera dikirimkan. Dengan berbekal PIN dan kartu Anda, pelaku kejahatan akan mengambil uang Anda.

Cara Menghindarinya:

Catat nomor telepon 24 jam dari bank dimana Anda menjadi nasabah. Jika Anda menghubungi nomor itu, pada umumnya Anda akan dijawab oleh mesin penjawab otomatis dan diminta untuk memasukkan pilihan jasa tertentu. Anda dapat memilih menu yang langsung terhubung dengan bagian pelayanan nasabah. Jangan pernah memberikan nomor PIN karena bank tidak akan pernah meminta nomor PIN nasabahnya.sumber
#ad2fcb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar