Minggu, 26 Agustus 2012

Selama 8 Tahun, Wanita Ini Hanya Makan Pizza


[imagetag]
Sophie
Ray, wanita pizza
.

Terdengar aneh, jika seseorang hanya menggantungkan hidupnya pada beberapa jenis makanan, namun dapat hidup dengan umur panjang. William Staub misalnya, pria ini meninggal di usia 96 tahun. Usia yang cukup panjang untuk jaman sekarang. Padahal ia hanya mengkonsumsi tomat, roti tanpa rasa, teh, dan sesekali makan keju dan selada.

Sementara kita berlomba-lomba untuk menghabiskan puluhan jenis sayur, buah, dan makanan sehat lainnya untuk mendapatkan kesehatan
prima. Memikirkan protein, karbohidrat, mineral, dan semua vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Ternyata, beberapa orang memang mengalami phobia
pada makanan, atau 'selective eating disorder
' (SED). Abi Stroud, juga mengalami ini. Warga Newport
, South Wales ini juga hanya bisa memakan keju dan keripik. Selain dua makanan ini, ia akan mengalami mual dan bahkan muntah. Akibatnya, kehidupan sosialnya pun menjadi sangat terbatas.

"Aku tidak pernah pergi keluar untuk makan malam dengan teman-teman, atau makan dengan orang lain karena takut bertemu dengan jenis makanan lain," akunya, seperti dikutip  Daily Mail
.



"Ketika orang-orang menyarankan kepada saya untuk mencoba makanan yang berbeda, saya merasa sakit dan pusing. Pernah seorang guru
mencoba untuk memberikan  nugget
 untuk makan malam, dan saya hanya bisa menangis."

Phobia seperti ini juga terjadi pada Sophie Ray. Gadis asal Wrexham, North Wales, yang berusia 19 tahun. Ia hanya mengkonsumsi pizza tomat dan keju selama delapan tahun terakhir. Ia mengaku ini terjadi setakah ia mengalami rasa takut yang ekstrim terhadam jenis makanan lain.

"Saya sangat menyukai pizza. Memikirkan dan mencoba makanan yang lain hanya membuat saya merasa sangat cemas, dan sakit."

Seorang professor mengatakan,  jika pizza dapat memberikan protein yang berasal dari roti gandum dan keju. Selain itu juga vitamin B12
yang juga dari keju, vitamin C dari lycopen tomat, dan vitamin E dari minyak zaitun yang digunakan untuk memanggangnya. Nutrisi ini memang bekerja sebagai antioksidan untuk tubuh.

Ini sama halnya dengan bayi yang hanya mendapatkan kebutuhan tubuh dari ASI. Menurut Jo Ann Hattner, seorang konsultan nutrisi dan penulis 'Insight Gut' ASI adalah makanan yang paling lengkap. Bahkan makanan padat untuk bayi pun tidak ada yang selengkap nutrisi ASI.

Sumber : VIVAlife

#ad2fcb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar