Rabu, 29 Agustus 2012

[kisah motivasi] Pengakuan Pria Player yang Kini Tobat



[imagetag]




Jika selama ini banyak kita mendengar kisah perselingkuhan orang lain, kerap kita mendengar dari sisi pihak yang diselingkuhi. Lantas apa alasan yang membuat orang berselingkuh. Rasa tidak aman (insecure) dan pikiran negatif merupakan salah satunya, seperti yang dialami Rey (bukan nama asli), pria lajang berusia 29 tahun.



Di balik sosoknya yang maskulin, kharismatik dan pencitraan pria baik-baik, tidak ada yang menyangka Rey memiliki masalah dengan komitmen. Ia mengaku sangat mengagungkan komitmen namun ketika ia berada didalamnya, selalu timbul perasaan curiga, hal negatif dan sesuatu yang hilang. Hal ini membuat dirinya kerap menjadi peselingkuh.



Ditemui di bilangan Warung Buncit, Rey menceritakan masa lalunya, dimana dirinya masih menjadi seorang remaja pria yang polos, sangat berkomitmen dalam berpacaran dan selingkuh tidak pernah ada dalam kamus hidupnya. Namun perjalanan hidupnya seakan memberikan cobaan yang begitu berat, dimana ia merasa selalu dipertemukan dengan wanita yang salah.



Menjalin hubungan dengan kekasih pertamanya, ia menyadari bahwa ia hanyalah orang ketiga. "Pacar pertamaku kerja sebagai model, yang aku tidak tahu kalau dia sudah punya pacar yang membiayai hidupnya," ujarnya. Kejadian ini terus-menerus terjadi dengan beberapa hubungan selanjutnya dimana ia hanya dianggap sebagai 'penyegaran' dari tambatan hati yang menjadikannya dirinya kekasih gelap. Adapula beberapa hubungan yang harus berakhir karena Rey dianggap sosok pria yang terlalu baik-baik sehingga hubungan terasa hambar dan membosankan. "Aku dibilang terlalu penurut, terlalu available dan gak ada sesuatu yang bikin dia challenge jalanin hubungan," akunya.



Penyesuaian terus Rey lakukan demi menjalani hubungan yang serius namun seiring berjalannya waktu, Rey merasa tidak pernah ada wanita yang puas dengan dirinya yang apa adanya. Ketika ia lebih santai, ia diputuskan karena kurang perhatian, namun ketika ia terlalu sayang, ia dianggap terlalu posesif dan mengganggu. "Sekalinya dapat pacar yang aku sayang banget, dia bilang aku terlalu posesif dan seakan gak memberi ruang gerak buat dia ketemu teman-temannya. Akupun jadi sosok yang bikin gerah dan diputuskan dalam waktu singkat," tambahnya lagi.



Puncaknya, memasuki usia 25 tahun, ia kembali diselingkuhi kekasihnya dan bingung harus berbuat apa lagi. Bosan disakiti, ia menjalani multiple-dating (kencan ganda) saat menjadi lajang. Dengan melakukan hal ini, ia mengaku jadi lebih santai menjalani hubungan karena bisa lebih seimbang membagi waktu dengan lebih dari satu orang. Sayangnya ia terjebak dalam zona aman dengan segala efek negatifnya.



Ia tak lagi merasa kesepian, karena jika kekasihnya sibuk dan tak memiliki waktu untuk dirinya, maka ia akan berpaling ke selingkuhannya untuk mencari kasih sayang atau sekedar perhatian. Terdengar kekanakan, namun bagi dirinya hal ini membuat dirinya lebih stabil dan terkontrol. "Daripada makan ati, perhatian terpaksa aku berikan ke beberapa orang. Jadi kalau yang satu tidak merespon, ada yang lain yang bikin hati senang," ujarnya. Rasa bosan terus-menerus sakit hati juga membuat dirinya tidak ingin berkomitmen lebih dalam dan selalu menghindari konflik yang ada dengan selingkuh, selingkuh dan selingkuh.



Memasuki usia 30, Rey mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dimana akhirnya ia bertemu dengan Mona, seorang wanita yang penyabar. Meskipun telah ketahuan berselingkuh berkali-kali, Mona tetap memaafkannya dan setia mendampingi dirinya. Namun karena tak kuasa menahan rasa sakit, Monapun meninggalkan Rey demi pria lain yang menyayangi dirinya. "Dia bertahan buat aku selama 4 tahun lebih dengan segala kenakalan yang aku buat. Tapi aku nyia-nyiain dia dan baru nyesel sekarang saat dia udah enggak ada buat aku," ujarnya meratap.



Melihat Mona yang kini hidup bahagia di luar negeri bersama kekasih barunya, Rey merenung dan bercermin. Melihat dirinya yang tidak memiliki pendamping, hidupnya terasa tidak lagi berarti. "Sempat kehilangan arah setelah putus, aku makin liar, kencan sana-sini demi mencari sesuatu yang bikin hati tenang, tapi yang ada malah kejebak di lingkaran setan," ujarnya menambahkan. Kebiasaan berselingkuhnya ternyata membuat dirinya cukup 'terkenal' di kalangan wanita pencari cinta sesaat. Iapun kini mengalami kesulitan mencari cinta sejati akan reputasinya yang buruk.



Kini Rey bertobat dan mendekatkan diri pada Tuhan dan ajaran agamanya. Butuh lebih dari setahun untuk dirinya membenahi diri dan reputasinya. "Saya niatin untuk tidak buru-buru pacaran kalau memang belum siap. Tidak mau mencari pelarian sesaat trus bikin kacau lagi. Kalau emang jodoh ya pasti ketemu," tambahnya. Ia pun kini beruntung bertemu dengan kekasih barunya yang dengan setia mengadaptasi segala kekurangannya, dengan catatan bila ia kembali berselingkuh, akan segera ditinggal tanpa ampun. Merekapun kini telah bertunangan dan godaan yang datang pada Rey semakin besar dari luar. Berkat komitmen dan keinginan kuat untuk berubah, ia pun tetap setia tanpa menggubris godaan tersebut.



 Sumber

#ad2fcb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar