Rabu, 15 Agustus 2012

Cegah Seks Bebas Dengan Pakaian Dalam Khusus


[imagetag]
Pakaian Dalam Anti Sex Bebas Terbaru
Cegah Seks Bebas Dengan Pakaian Dalam Khusus. Pakaian Dalam Anti Sex Bebas Terbaru Banyak orangtua yang tidak bisa mengendalikan perilaku putra atau putrinya yang sudah beranjak remaja, hingga akhirnya terlibat perilaku seks bebas. Kini tersedia berbagai celana dalam anti sex guna mencegah perilaku seks bebas pada remaja.

Berbagai pakaian dalam 'anti sex' telah dirancang untuk mempromosikan perilaku remaja sehat tanpa seks bebas. Pakaian-pakaian dalam tersebut dibuat dengan menggunakan slogan-slogan seperti 'zip it' dan 'not tonight'.

Koleksi pakaian dalam aneh yang dijual secara online ini diberi nama 'What Would Your Mother Do (WWYMD)' dan terdiri dari berbagai jenis pakaian dalam, termasuk celana dalam remaja laki-laki, T-shirt dan tote bag (tas).

Pakaian Dalam Anti Sex Bebas Terbaru


"Kami menciptakan garis pada pakaian dalam untuk digunakan sebagai pembuka percakapan, untuk membantu memperkuat moral keluarga yang berkaitan dengan hubungan dan kencan," jelas juru bicara WWYMD.

Koleksi pakaian dalam 'anti sex' ini dijual di Amerika Serikat, karena dalam beberapa tahun bermunculan gerakan agama di Amerika yang mendorong anak-anak muda untuk menunggu sampai menikah sebelum berhubungan seksual.

Yang paling menonjol adalah True Love Waits, di mana pengikutnya menggunakan abstinence ring(cincin pantang seks) untuk menunjukkan komitmen mereka agar tetap perawan. Cincin yang diberi nama The Silver Ring Thing itu serupa dengan program berbasis gereja.

Program-program yang menentang seks pra nikah ini sepertinya menampakkan hasil yang cukup baik. Ini terbukti dari hasil survei yang menunjukkan bahwa 29 persen wanita dan 27 persen pria di Amerika usia antara 15 hingga 24 tahun dilaporkan belum melakukan kontak seksual.

Angka-angka ini telah meningkat dari yang sebelumnya 22 persen untuk kedua jenis kelamin pada tahun 2002, ketika penelitian besar-besaran dilakukan.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa kehamilan remaja telah menurun 40 persen selama dua dekade terakhir, karena anak-anak muda mulai mau menunggu waktu dan orang yang tepat sebelum melakukan kontak seksual dan memulai sebuah keluarga.
#ad2fcb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar