Rabu, 08 Agustus 2012

Bikini Wax, Sehat Vs Cantik


[imagetag]
Bikini Wax Bikini Wax, Sehat Vs Cantik Dengan alasan kebersihan dan kecantikan, banyak wanita rela menahan sakit saat melakukan bikini wax. Tapi, kalau ditilik dari sisi kesehatan apakah rasa sakit yang ditimbulkan akan senilai?

Seperti dilansir dari Huffington Post, dr. Emily Gibson mengatakan kalau menghilangkan rambut kemaluan dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit menular seksual di kalangan anak muda. Dokter keluarga yang juga direktur medis di Western's Student Health Center ini bahkan mengakhiri 'perang terhadap rambut kemaluan'.

"Ini adalah perang yang salah paham. Dulu, ahli bedah tahu bahwa mencukur rambut di bagian tubuh tertentu sebelum operasi dapat meningkatkan, bukan menurunkan, infeksi pada luka operasi. Tidak peduli seberapa canggih dan mahalnya alat cukur yang digunakan. Hal ini seperti medan perang yang telah dibumi-hanguskan," tulisnya pada KevinMD.com.

Ia pun menambahkan kalau menghilangkan rambut kemaluan dapat mengiritasi dan membuat peradangan pada folikel rambut sehingga mudah terjadi luka, atau bisul.

"Beberapa dokter juga menemukan bahwa daerah kemaluan yang baru dicukur lebih rentan terhadap infeksi herpes karena luka mikroskopis akan terkena virus dari mulut atau alat kelamin," ia menambahkan.

Gibson menegaskan bahwa masyarakat harus menyadari bahwa rambut tumbuh memiliki tujuan dan harus selalu berada di tempatnya.

Tapi, tak semua dokter mengatakan kalau bikini wax adalah perawatan yang buruk. "Sisi positifnya, banyak pasien saya mengaku bahwa mereka mengalami peningkatan kepercayaan diri saat berhubungan dengan pasangan mereka," ujar Dr. Jennifer Ashton, pakar medis dan penulis "Your Body Beautiful".

Jika Anda tetap merasa perlu melakukan bikini wax, intip tips berikut agar tak infeksi setelah melakukan bikini wax.

1. Oles area treatment dengan menggunakan gel lidah buaya alami atau es batu untuk mengurangi peradangan.

2. Hindari menggunakan celana yang ketat setelah menjalani treatment. Baiknya, gunakan celana yang longgar, serta menggunakan celana dalam berbahan katun yang memungkinkan Miss V tetap bernapas.

3. Hindari keringat berlebih karena dikhawatirkan keringat dapat menyebabkan iritasi.

4. Tunda hubungan seks setelah waxing satu atau dua hari setelah waxing untuk menghindari iritasi.

5. Jangan menggaruk atau menggosok Miss V agar bakteri tidak menyebar lewat kulit yang masih sensitif setelah rambut dicabut.sumber
#ad2fcb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar