Kamis, 30 Agustus 2012

5 Kebohongan Tentang Kehidupan Pernikahan



[imagetag]


Pernikahan seringkali dianggap dapat menyelesaikan segala permasalahan kehidupan. Misanya, keuangan menjadi lebih stabil atau bahagia selamanya karena ada teman hidup. Dikutip dari Times of India, hal itu hanyalah fantasi belaka. Simak lima kebohongan mengenai kehidupan pernikahan di sini.



1. Tidak Akan Kesepian





Masalah kesepian atau mempunyai teman hidup tidak ada hubungannya dengan pernikahan. Masih banyak orang yang merasakan kesendirian walau mereka sudah menikah. Hal itu biasanya disebabkan oleh pekerjaan, atau kebiasaan hidup sendiri.



2. Seks Setiap Saat





Banyak pasangan yang berpikir bahwa menikah dapat memuaskan hasrat seks. Sayangnya, hasrat seksual dan frekuensinya tergantung pada libido, kompatibilitas, serta makna kata seks pada masing-masing pasangan.



3. Wanita Tak Perlu Bekerja





Tak sedikit wanita yang berpikir bahwa pernikahan dapat membuat kehidupan keuangan menjadi stabil dan aman. Kenyataannya, keamanan finansial tak bisa didapat jika Anda berusaha sendiri atau paling tidak, mendiskusikannya dengan suami.



4. Keluarga Besar yang Bahagia





Sebagian orang menikah karena mau mendapatkan kasih sayang dari keluarga besar (mertua dan saudara ipar). Sayangnya banyak mertua yang tak memberikan kasih sayang seperti yang diberikan pada anaknya sendiri. Memerikan rasa hormat dan cinta bukan hal yang salah, hanya saja jangan berharap Anda bisa juga mendapatkan hal yang sama.



5. Kehadiran Anak Bisa Perbaiki Segalanya





Ada beberapa pasangan menikah yang menganggap bahwa kehadiran anak dapat mengatasi konflik di antara mereka. Hal ini adalah kesalahpahaman. Anak bisa lahir dalam kondisi 'tak tepat' dan kehadirannya justru membuat situasi pernikahan semakin tegang.



 Sumber

#ad2fcb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar