Selasa, 22 Maret 2011

Keindahan Pulau Kapoposang

         Seminggu lamanya kami persiapkan segala keperluan untuk dapat melalukan petualangan Bahari di Pulau Kapoposang. Mulai dari persuratan yang menjadi keharusan untuk dilengkapi, makanya dibutuhkan surat izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI), Berdasarkan keputusan dari Kementerian Kehutanan melalui SK No. 588/kpts-II/1996 tanggal 12 September 1996, telah ditetapkan bahwa Pulau Kapopposang dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi berupa Taman Wisata Alam Laut (TWAL). Kurangnya aksesibilitas menuju lokasi tersebut, menjadi hambatan terberat yang kami alami. Karena tidak ada jadwal kapal reguler menyebabkan pulau ini tidak mudah untuk dijangkau.

           Bila ingin disamakan keidahan Pulau Bunaken, Pulau Kapoposang lah yang pantas. Kita akan berdecak kagum dengan keindahan hamparan pasir putih yang membentang dari utara ke selatan. Ditambah dengan riuh gemuruh pohon kelapa, menambah evoria untuk dapat berlama-lama di pulau tersebut. Namun belum lengkap rasanya bila belum menikmati keindahan bawah laut pulau Kapoposang.

           Secara administratif pulau Kapoposang berada di Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tuppabiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Propinsi Sulawesi Selatan. Terletak pada bagian terluar kawasan Kepulauan Spermonde. Berdasarkan pemanfaatannya luas wilayah daratan ± 297.990 Ha, yang dibagi atas tiga bagian yaitu kawasan pemukiman, semak, dan kebun pohon kelapa. Lama perjalanan dapat ditempuh ± 4 jam menggunakan perahu tradisional (Jolloro’) dari Makassar. Menurut data yang ada daratan pulau Kapoposang diperkirakan telah dihuni sejak 300 tahun lalu (abad ke-16), oleh nelayan suku Bugis. Oleh sebab itu bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Bugis.

           Aktifitas masyarakat setempat adalah sebagai nelayan dengan memanfaatkan potensi laut: jenis ikan, taripang, dan rumput laut. Peralatan yang digunakan sangatlah sederhana (tradisional), kebanyakan masih menggunakan pancing ulur (hand line). Namun selain itu, adapula yang menggunakan jaring (gae). Adapun sistem pemasaran yang dilakukan para nelayan memiliki rantai penjualan yang amat singkat (Nelayan-Penadah-Konsumen).
Lokasi Pulau Kapopposang merupakan pulau paling terluar dari gugusan pulau-pulau Spermonde. Keidahan alam masih terjaga dari kerusakan yang parah. Letaknya yang sangat strategis, dimana dapat dijangkau dari P. Kalimatan, Bali dan Jawa merupakan suatu peluang untuk dikembangkan untuk daerah pariwisata.

           Besarnya potensi keanekaragaman hayati ekosistem terumbu karang disekitar pulau ini, menunjukkan bahwa kawasan pulau Kapoposang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan beberapa kawasan lain di dunia. Bahkan beberapa ahli karang dan ikan karang dunia menyatakan bahwa kawasan perairan Pangkep termasuk kawasan karang dunia yang memiliki keaneka ragaman hayati karang sangat besar. Banyaknya fauna langka dan bernilai ekonomis tinggi yang dilindungi secara internasional oleh CITES (Convention onInternational Trade of Endangered Species) dan / atau Undang-undang Perikanan, antara lain kima, ketam kelapa, penyu dan ikan napoleon.



Referensi: Catatan Perjalanan MH. ADAM “Achyl”
Dokumentasi :Korpala Unhas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar