Selasa, 22 Maret 2011

Andalkan Tuhan

Mengandalkan Tuhan dan segenap kuasaNya, lebih baik daripada sekedar berucap dan bertindak pasrah dan cenderung menyerah, apapun itu beban yang disandang. Cobalah ubah paradigma kita, bahwa tak ada yang tak bisa kita lalui, tak ada yang buat kita menyerah, selama di jalur yang benar dan terpercaya. Sebagai kiasan, mendaki seberapapun tingginya gunung, selama kita di jalur yang benar dan mempersiapkan diri serta percaya dengan baik, niscaya, tak ada yang mampu menghalangi kita menggapai puncak megahnya.


Ada sebuah kisah yang penuh hikmah.

Ada seorang pria yang putus asa dan mau meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan dan berhenti hidup. Lalu ia pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan, "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?" Jawaban Tuhan sangat mengejutkan, " Coba lihat ke sekitarmu...Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?"

" Ya " jawab pria itu.

" Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, AKU merawat keduanya secara sangat baik. AKU memberi keduanya cahaya, memberikan air, Pakis tumbuh cepat di bumi, daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu benih bambu tidak menghasilkan apapun, tapi AKU tidak menyerah "

Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu, tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun keempat, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. "Aku tidak menyerah" kata TUHAN.

Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

" AKU tak akan memberi cobaan yang tak sanggup diatasi ciptaan-Ku " kata TUHAN kepada pria itu. " Tahukah kamu, anak-Ku...Di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar - akar?”

" AKU tidak meninggalkan bambu itu, AKU juga tak akan meninggalkanmu "

" Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

" Bambu mempunyai tujuan yang berbeda dengan pakis, Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah "

" Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi. Asal tetap mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana dan jalan hidupmu "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar