Senin, 07 Februari 2011

Mencapai Puncak Tertinggi

Puncak tertinggi tergapai, setelah berlama - lama kita malang melintang menyusuri terjalnya jalur suatu gunung. Pencapaian luar biasa bagi para penggiat alam bebas dan pendaki gunung. Selama ini puncak tertinggi menjadi acuan dan tujuan akhir suatu pendakian gunung. Rasa terpuaskan, lelah terlupakan. Tinggallah meluangkan waktu menyusun tenaga kembali untuk menuruni gunung. Suatu periode normal bagi pendaki.


Lalu kebiasaan apa yang kita lakukan setelah menggapai puncak tertinggi? Dari pengalaman, pendaki gunung setelah sampai di puncak gunung, akan mengucap syukur kepada Tuhan pemilik alam atas tercapainya hasrat. Setelah itu, berteriak menuntaskan rasa senang dan gembira kepada teman pendakian, dan yang pasti, ber foto mengabadikan waktu spesial. Itu saja, selama ini yang terlihat.

Setelah kita berhasil mencapai puncak tertinggi, ada hal - hal yang sebenarnya sering terlupakan oleh para pendaki gunung. Padahal justru inilah inti dari makna pecinta alam, dan bukan sekedar pecinta alam gadungan . Sekedar share pengalaman sewaktu kami berhasil menggapai puncak tertinggi, setelah lelah menapakkan kaki, merengkuh tebing, sesampai di puncak, yang utama, bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan menikmati megah dan indahnya karya Nya, kemudian ada baiknya mengucap sapa kepada pendaki lain yang berada di puncak gunung. Bukankah menambah kawan adalah hal yang di sukai Tuhan? Kemudian, tengoklah di sekitar kita, adakah sampah menumpuk dari sisa pendaki yang lalu? Bila ada, dan pasti ada, kumpulkan sampah, masukkan kedalam tas plastik yang telah kita persiapkan dari bawah, kemudian bawa turun, dan buang pada tempatnya di bawah. Jangan teronggok di wilayah puncak ataupun lereng gunung, kasihan alam, dia tak bersalah apa - apa sehingga menerima sampah yang mengotorinya.

Metode ini bisa di perlakukan kapan saja saat kita mendaki gunung dimana saja, intinya mulai dari kita, jangan buang sampah di gunung . Seperti yang pernah kami lakukan saat mendaki Merapi di Jawa Tengah, bersih gunung ini di bantu banyak pendaki lain, caranya, kita tak perlu berpidato tentang bersih gunung, tetapi bagikan kantung plastik kepada pendaki lain, dan berusaha pengaruhi untuk ikut memungut sampah yang tertinggal di gunung. Pecinta alam sejati pasti sanggup dan mendukung perbuatan kita. Pasti!


Marilah kawan, bersimpati pada alam, tak hanya memburu ego pribadi. Alam juga rumah kita, jangan rela bila kotor dan sampah merusak keindahannya. Jadilah petualang dan penempuh rimba sejati.


Ref: Belantara Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar