Senin, 07 Februari 2011

Jadilah Srikandi Gunung

Kegiatan alam bebas, seperti pendakian gunung, sering di identikkan dengan dunia laki - laki. Mendaki gunung memang di perlukan tenaga ekstra dan prima serta fisik kuat dan juga keberanian dan tekad membaja. Kaum laki - lakilah yang kebanyakan di identikkan dengan hal yang bernama keberanian dan karakteristik kuat tersebut. Cobalah tengok sedikit, iklan - iklan ramuan obat kuat, yang selalu menggunakan laki - laki sebagai simbol kuat dan berani. Dan juga selama ini iklan tentang pendakian gunung juga mencitrakan laki - laki yang berhak atas hobi tersebut. Padahal, hobi ini juga bisa di lakukan oleh perempuan.

Perempuan yang cenderung lebih teliti dan perhatian sebenarnya dapat menjadi tim pendamping yang cocok untuk pendaki lelaki. Apabila anda ingin mencoba menjadi Srikandi gunung, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung.


Latihan Fisik

Mendaki gunung memerlukan fisik yang kuat dan terlatih. Jika anda bukan orang yang biasa berolahraga, sebaiknya mulai lakukan olahraga rutin beberapa bulan sebelum pendakian. Lari pagi 2 - 3 kali seminggu selama 30 menit, cukup untuk mengawali latihan fisik tersebut. Meskipun anda mendapat julukan Srikandi gunung, bukan berarti anda lemah gemulai bak putri raja.

Pelajari Lokasi

Internet menawarkan informasi yang tak terbatas mengenai berbagai lokasi pendakian gunung. Terlebih para pendaki, tidak sedikit yang menceritakan pengalaman pendakiannya. Anda dapat membaca berbagai informasi mengenai lokasi pendakian dari internet, sehingga dapat memperkirakan kendala - kendala yang mungkin terjadi di lapangan, termasuk perkiraan biaya perjalanan.

Pilih Waktu yang Tepat

Mendaki gunung di musim hujan, tentu akan merepotkan. Pendakian gunung akan semakin berat jika anda basah kuyup atau perbekalan anda basah karena hujan. Idealnya, pendakian dilakukan saat musim kemarau. Namun, pada cuaca yang seringkali tak dapat diperkirakan, pilih saja bulan - bulan di mana curah hujan kecil. Anda juga perlu mencari tahu cara - cara bertahan di cuaca buruk, sehingga siap menghadapinya saat mendaki nanti.

Buat Daftar Barang Bawaan

Buat daftar barang yang akan anda bawa. Bawalah barang - barang yang berfungsi ganda, bahkan multifungsi. Periksa ulang barang, apakah sesuai dengan daftar dan pertimbangkan lagi barang - barang berukuran besar. Atur barang - barang yang berat di posisi teratas ransel, sehingga beban berat akan berada di punggung, bukan pinggang. Ini langkah kaki tetap nyaman selama pendakian.

Simpan matras di dalam tas supaya matras tidak menyangkut di dahan atau ranting pohon. Bungkus pakaian dengan plastik agar tetap kering. Pisahkan pakaian kotor dan bersih dalam kantung plastik tersendiri, jangan dicampur begitu saja.

Begitu juga dengan makanan. Gunakan kantung plastik atau kotak makanan plastik kedap udara agar makanan tetap baik dan aromanya tidak tercium hewan - hewan yang ada di lingkungan pegunungan.

Tinggalkan Bahan - bahan Kimiawi

Lingkungan pegunungan harus dijaga kelestariannya. Bahan - bahan kimia yang terdapat dalam detergen, pasta gigi, pembersih wajah, sabun, dan berbagai produk perawatan tubuh lainnya akan mencemari lingkungan gunung. Maka dari itu, tinggalkan saja berbagai produk perawatan tersebut di rumah. Untuk membersihkan tangan sebaiknya gunakan gel atau tissu antiseptik. Di pegunungan, anda juga tidak selalu mempunyai kesempatan untuk mandi. Membersihkan diri sekadarnya sudah cukup.

Siapkan Perlengkapan Khusus Perempuan

Sebaiknya anda mendaki gunung dalam masa bebas menstruasi. Jika anda tetap harus mendaki gunung saat menstruasi, siapkan pembalut yang dapat membuat nyaman selama pendakian. Siapkan pula kantung plastik khusus untuk menampung pembalut yang sudah dipakai, jangan sekali - kali membuang pembalut di sembarang tempat. Memang, ada mitos tertentu jika anda membuang pembalut sembarangan. Namun penjelasan yang paling masuk akal: pembalut akan mencemari lingkungan karena sulit terurai secara alamiah.

Selalu Sedia Kantung Plastik

Sampah yang anda tinggalkan di gunung akan mencemari lingkungan. Selalu menyediakan kantung plastik untuk sampah dan membawanya adalah cara yang paling bijkasana. Di kaki gunung barulah anda bisa membuang sampah tersebut di tempat sampah. Jika anda mendaki gunung dalam satu tim, tunjuk satu orang yang bertugas untuk membawa sampah. Jangan sampai mengaku pecinta lingkungan, tapi meninggalkan banyak sampah di gunung.


Semoga tips tadi bermanfaat, dan nantinya para pendaki teman anda tak lagi menjuluki anda sebagai Srikandi gunung yang manja. Selamat berpetualang!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar